Minggu TUTUP

Senin - Sabtu 08.00 - 20.00 WIB

Hubungi kami

 

Mencetak Para Juara Mulai dari Rumah, Seminar Parenting BMB Air-LANGGA Kota Malang 2019

Peserta didik merupakan individu yang unik. Keunikan ini memiliki konsekwensi logis terhadap munculnya keperbedaan antara satu individu dengan yang lain. Howard Gardner, pencetus teori Multiple Intellegence tampaknya memiliki pandangan yang positif terhadap hal tersebut. Ia mengatakan bahwa, individu merupakan sekumpulan potensi lahiriyah, yang akan tumbuh berkembang sesuai dengan arah dominasi lingkungan. Potensi – potensi tersebut terjadi secara biologis, bersifat given, dan permanen.

Potensi “X” akan berkembang menjadi “X” apabila menemukan lingkungan yang tepat. Sebaliknya, potensi “X” tidak akan berkembang menjadi “X” tanpa lingkungan yang tepat. Kendati demikian, potensi “X” tetap ada di dalam internal frame individu meskipun tidak berkembang. Lantas bagaimana cara mengetahui potensi lahiriyah individu?. Umumnya potensi lahiriyah ini dapat dilaksanakan dengan metode tes psikologi.

Lingkungan merupakan segala unsur yang berada di luar diri individu. Pandangan Howard Gardner di atas sesuai dengan pandangan teori “konvergensi” bahwa setiap manusia berkembang ditentukan oleh dua hal, kekuatan potensi lahiriyah dan kekuatan lingkungan.

Potensi lahiriyah manusia tidak selalu dalam bentuk positif, seperti kecerdasan. Nyatanya, dalam beberapa kasus, kecenderungan sifat agresif, kecemasan, emosional, dan lain sebagainya terjadi oleh karena keturunan. Tugas lingkungan adalah sebagai fasilitator guna mengembangkan potensi positif manusia, membantu potensi lahiriyah individu keluar menuju momentum perkembangan yang optimal. Kemudian, lingkungan juga bertanggung jawab dalam menekan berkembangnya potensi negatif individu dengan menyediakan lingkungan yang kondusif.

Pendidikan dinilai sebagai lingkungan yang efektif dapat digunakan sebagai pembentukan individu secara sistematis. Aktifitas pembentukan individu tersebut lazim disebut sebagai kegiatan belajar dan pembelajaran. Secara umum, pendidikan terdiri dari tiga jenis. Pendidikan informal, pendidikan formal, dan pendidikan non formal. Pendidikan informal merupakan pendidikan pertama yang dilakukan pada level keluarga. Individu belajar pertama kali dalam pendidikan informal.

Tentang bahasa, budaya, dan beberapa perilaku sederhana. Pendidikan formal dilakukan secara sistematis. Kurikulum yang terencana, indikator pencapaian yang telah tersusun, dan menggunakan berbagai macam pendekatan teknik belajar. Di Indonesia, pendidikan formal merupakan lingkungan wajib yang harus di ikuti oleh semua warga negara. Mulai dari jenjang dasar, menengah, hingga lanjut.

Pendidikan non formal dilaksanakan guna melengkapi kebutuhan belajar individu yang tidak secara maksimal didapatkan dari pendidikan informal dan pendidikan formal. Ciri dari pendidikan non formal adalah “Learning by needs” belajar sesuai dengan kebutuhan, percepatan,
optimalisasi, dan recovery.

Bimbingan dan motivasi belajar (BMB) Air-LANGGA Malang merupakan lembaga pelaksana pendidikan non formal yang berada di Kota Malang. Berdiri sebagai cabang ke 18 dari 26 cabang di seluruh Indonesia yang telah dipercaya selama tiga tahun lebih oleh masyarakat.

Sebagai pelaksana pendidikan non formal, BMB Air-LANGGA bekerja di atas standard. Selain mengemban misi percepatan belajar (katalisator), optimalisasi belajar,dan recovery, BMB Air-LANGGA Malang berusaha untuk menjadi penyambung di antara dua elemen pendidikan, pendidikan formal dan pendidikan informal.

Mencetak Para Juara Mulai dari Rumah

Dengan kesadaran bahwa semua elemen dalam pendidikan tersebut adalah hal penting dan tidak bisa dianulir salah satu guna menunjuang pembentukan peserta didik, BMB Air-LANGGA Malang melaksanakan kegiatan seminar parenting. Kegiatan yang bertajuk seminar dengan tema “mencetak juara, mulai dari rumah“ tersebut menjadi salah satu program unggulan BMB Air-LANGGA Malang yang menjadikannya rujukan bimbingan belajar, sesuai dengan visi-nya.

Seminar parenting BMB Air-LANGGA Malang dilaksanakan secara rutin. Pada tahun ini, dilaksanakan sangat meriah pada hari minggu tanggal 17 Januari 2019 bertempat di aula MGMP SMAN 5 Malang. Dengan dihadiri seluruh Orang tua/Wali murid BMB Air-LANGGA malang. Sebetulnya, kegiatan ini merupakan lanjutan dari program ungggulan lainnya, yakni tes psikologi untuk mengetahui potensi peserta didik melalui tes sidik jari (fingerprint consulting) yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian ilmiah dan di kemas secara modern.

Tes sidik jari ini adalah layanan khusus bagi siswa BMB Air-LANGGA malang untuk mengakses potensi mereka. Dengan mengetahui potensi dari peserta didik, maka pengarahan lingkungan akan dapat dilaksanakan secara tepat. Tujuannya adalah untuk membantu orang tua/Wali dalam mengenali karakteristik potensi anaknya. Sebab alternatif teknik intervemsi parenting hanya dapat dilakukan secara efektif apabila potensi telah dikenali sebelumnya. Sehingga lintasan perkembangan (development trajectory) dapat ditelisik.

Kasus di lapangan masih banyak terjadi pola pengasuhan yang kurang ideal, sebab para orang tua/Wali memiliki kecenderungan mempersamakan anak mereka dengan profil individu lain. Padahal bisa jadi, potensi anak mereka sangat berbeda. Pandangan meng-generalisir tersebut perlu dirubah dengan pandangan yang holistik dan konstruktif. Dengan program seminar parenting ini, harapannya orang tua/Wali BMB Air-LANGGA memiliki pengetahuan dan skill untuk memahami, mengenali,
merencanakan, melaksanakan, dan memantau program pengembangan anak mereka

Ditulis oleh Riki Anggrian, S.Pd
Branch Manager BMB Air-LANGGA Malang

BMB Air-LANGGA MALANG :
Jl. Nusakambangan No. 21 E-F (Utara SMAN 5), Malang
Telp: 082220007664

Yuk, Gabung program bimbel SBMPTN di BMB Air-LANGGA!

parenting, seminar parenting, seminar cara asuh, family seminar,
parenting, seminar parenting, seminar cara asuh, family seminar,
parenting, seminar parenting, seminar cara asuh, family seminar,
parenting, seminar parenting, seminar cara asuh, family seminar,

Leave a Reply